Mancing di Sungai Merupakan Salah Satu Hobiku Waktu Kecil

Setiap orang pasti mempunyai kesenangan atau yang sering disebut dengan hobi. Termasuk juga aku, mancing di sungai merupakan salah satu hobiku. Tapi, itu dulu waktu masih kecil, kalau sekarang sudah banyak hal yang harus diutamakan.

Dulu, mancing di sungai adalah salah satu agenda keseharianku, menelusuri tepi sungai demi menemukan tempat-tempat berkumpulnya ikan. Jika lagi beruntung, bisa sekali lempar pancing mendapat tempat yang banyak ikannya. Tapi,jika lagi ngga beruntung, bisa berjalan jauh untuk berpindah-pindah tempat demi mendapat tempat berkumpulnya ikan.

pexels.com

Hal itu pasti terjadi. namun, bukan menjadi alasan untuk patah semangat pergi memancing, malah jadi hal yang menantang dan juga menjadi cara untuk mengetahui tempat bagaimana yang banyak ikannya.

Biasanya aku pergi memancing tidak sendirian, teman-teman seumuranku banyak juga yang suka mancing di sungai. Jadi biasanya aku dan teman-teman membuat janji untuk berangkat bareng. Tapi, ketika sampai di sungai aku dan teman-teman berpencar mencari tempat sendiri-sendiri.

Pagi Merupakan Waktu yang Bagus untuk Mancing di Sungai

pixabay.com

Seperti manusia, ikan juga memiliki aktifitas sarapan pagi. Hampir setiap hari aku dan teman-teman mancing di sungai, namun waktu yang paling banyak umpan disambar ikan itu di pagi hari. Aku tahu hal ini karena belajar dari kebiasaan.

Biasanya aku berangkat mancing ketika sudah pulang dari sekolah, sekitar jam satu dan pulang sekitar jam empat sore. Jam satu sampai jam empat, berarti aku mancing selama kurang lebih tiga jam, dari tiga jam itu rata-rata dapat ikan sepuluh ikan.

Dibandingkan ketika aku berangkat mancing pada waktu pagi, itu ada perbedaan cukup banyak. Biasanya jika di waktu pagi, aku berangkat mancing jam enam dan pulang jam dua belas siang, berarti aku mancing sekitar kurang lebih enam jam, itu rata-rata dapat ikan sekitar tiga puluh dan kebanyakan ikan menyambar umpan di jam enam sampai jam sembilan.

Jadi dulu aku dan teman-teman menyimpulkan, bahwa mancing di waktu pagi lebih menarik. Makanya setiap hari libur aku dan teman-teman ketika jam enam pagi sudah siap-siap untuk berangkat ke sungai, malah kadang karena semangatnya mancing di waktu pagi jam enam kurang sudah siap berangkat.

Senangnya Mandi di Sungai Bersama Teman-teman

pixabay.com

Masa kecil merupakan masa yang banyak kenangan indah bersama alam. Ini juga merupakan salah satu agendaku setelah selesai mancing, aku dan teman-teman langsung terjun ke sungai untuk menyegarkan badan dan bermain air pastinya.

Hampir setiap hari masa kecilku tidak absen dari mandi di sungai, ketika lagi ngga ada agenda mancing aku dan teman-teman kadang sengaja pergi ke sungai hanya untuk mandi dan bermain di air. Apalagi ketika lagi musim hujan. Orang pikir pasti hal yang berbahaya, karena kalau lagi musim hujankan pasti rawan terjadi air meluap dan banjir.

Tapi, buat aku dan teman-temanku musim hujan adalah musim yang ditunggu-tunggu, karena ketika hujan biasanya air akan meluap, dan jika hujannya lama bisa sampai banjir. waktu yang ditunggu kami bukan waktu air meluapnya atau banjirnya, namun setelah itu.

Ketika air sedikit surut dari meluap dan air belum terlalu jernih, itu adalah momen yang di tunggu. Karena di momen itu keadaan aliran sungai dan kedalaman air lagi pas untuk kami bermain di sungai, biasanya kami juga mencari sungai yang airnya dalam dan ada tebingnya untuk terjun dan mempraktekan gaya gaya terjun versi anak kampung.

Berburu Kepiting Sungai

pexels.com

Berburu kepiting merupakan agenda pengganti jika lagi tidak dapat ikan. Tapi, ini biasa aku dan teman-teman lakukan ketika lagi musim hujan. Karena waktu yang bagus untuk berburu kepiting itu ketika setelah air meluap, tapi menunggu  keadaan kecepatan arus berkurang dan volume air surut.

Momen ini adalah momen yang bagus untuk berburu kepiting, sambil mandi dan menyelam di sungai, kepiting biasa bersarang di pinggir sungai yang bertebing. Makanya tak jarang menemukan sarang kepiting di bagian yang cukup dalam airnya.

Namun, meskipun begitu tak mematahkan semangat untuk berburu kepiting, malah itu menjadi tantangan yang menarik. Aku sering terkena senjata si kepiting, yaitu jepitan tangannya yang berbentuk seperti gigi taring. Buat aku itu sudah menjadi hal biasa.

Jika lagi musim kepiting, sehari bisa mendapat lebih dari sepuluh, ukurannya bervariasi antara kecil dan besar. Tapi kalau kepiting musim-musiman, kadang sama sekali tidak dapat karena tidak ada di sungai yang biasa aku cari. Harus nunggu musim hujan terlebih dahulu, baru ada lagi.

Ketegangan Ketika Umpan Tersambar Ikan yang Besar

pexels.com

Mancing di sungai itu sangat susah untuk mendapatkan ikan yang besar, apalagi di sungai yang biasa aku telusuri. Jarang sekali orang mancing di sungai yang biasa aku mencari ikan mendapat ikan yang besar. Karena jumlahnya yang sedikit apa karena hal lain aku tidak tahu.

Kebanyakan mendapatkan ikan yang kecil, menurutku sih memang karena mayoritas penduduk sungai tersebut ikan-ikan kecil. Tapi aku pernah sekali mendapatkan ikan yang cukup besar dan sekali umpan tersambar ikan besar tapi pancingku tidak kuat, akhirnya terlepas.

Rasanya senang campur tegang, karena tidak biasa berhadapan dengan ikan yang besar, dan biasanya jika pancing tersambar ikan besar, pancing pada ngga kuat. Itu sudah pernah di alami aku dan teman-temanku, hasilnya ya jadi kecewa campur penasaran. kecewanya, udah ngga dapat ikannya, pancingnya juga rusak. Kalau penasarannya, di dalam hati bertanya-tanya sebenarnya ikan apa yang menyambar sampai harus mematahkan pancing.

Hal yang Menyebalkan Ketika sedang Mancing

pexels.com

Hal yang menyebalkan ketika sedang mancing adalah pancingnya tersangkut. Harus ambil tindakan terjun ke sungai untuk mengambilnya. Kalau tidak, jalan satu-satunya harus di tarik dengan resiko besar terputus senar pancingnya. Kebanyakan kalau ambil tindakan ditarik senarnya pasti putus.

Dulu pancing satu itu sangat berharga buat aku, karena tidak punya uang yang banyak untuk membeli stock pancing. Jadi setiap menghadapi hal ini, aku biasanya ambil tindakan terjun untuk mengambilnya dan menyingkirkan sesuatu yang membuat pancingnya tesangkut.

Nikmatnya Menyantap Hidangan Hasil Memancing

pexels.com

Seseuatu yang di tunggu-tunggu setelah berjam-jam memancing adalah ketika di rumah, yaitu menyantap hidangan hasil memancing. Ibu saya adalah seorang yang luar biasa, salah satunya dalam hal memasak, ibu saya sangat pintar memasak masakan yang lezat.

Jika hasil pancinganku lagi sedikit biasanya ibuku memasaknya dengan dikasih santan. jadi, meskipun kebagian satu ikan, santannya bisa buat tambahan lauk buat menghabiskan nasi yang di piring. Jika lagi dapat banyak, ikannya digoreng saja. tapi, bumbu racikan ibuku, bisa membuat masakan apapun semakin lezat.

Demikian pengalaman waktu kecilku yang dekat dengan alam, tidak hanya di gunung atau hutan, namun sungai juga bisa buat mengisi waktu kecilku dulu. bagiku itu kenangan yang tak terlupakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan komentar