Cara Menanam Cabe Rawit Merah dengan Baik dan Benar

Cara Menanam Cabe – Ini adalah tips terjitu yang pernah dilakukan, cabe rawit atau kathur adalah buah dan tanaman dari genus capsdium. Selain Indonesia cabe juga bisa tumbuh dan populer sebagai bumbu di berbagai nergara yang ada di Asia Tenggara.

Buah cabe rawit berwarna hijau dan menjadi merah ketika tua dan matang. Meski ukurannya lebih kecil dari pada varietas cabe lainnya, namun ia mempunyai rasa yang cukup pedas hingga mencapai 50.000 – 100.000 dihitung menggunakan skala scoville.

Cabe rawit sangatlah cocok dibudidayakan di daratan rendah maupun dataran tinggi dengan ketinggian 0 -1.000 M.dpl. Tanah yang baik untuk penanaman cabe yaitu berstruktur remah atau slpnggar, subur, kaya organik, pH tanah antara 6 -7.

Tahapan Cara Menanam Cabe

Cara Menanam Cabe
Sumber: budidayacabe.ptnasa.com

Varietas yang dianjurkan yaitu Lemabang 1, Tnjung 2, Hot Chili, Hot Beauty, dan semisal. Kebanyakan yang beredar di pasaran yaitu varietas Putih Beauty dan Keriting (panah merah). Kekuatan tumbuhnya lebih dari 95%, vigor murni, bersih dan sehat. Kebutuhan benih 250 – 350 gram per hektarnya.

1. Pembibitan

Hal pertam yang harus diperhatikan dalam cara menanam cabe adalah pembibitan yang merupakan kegiatan awal dalam setiap budidaya. Bibit kontainer yang perlu dibuatkan adalah kayu, atau polybag dengan ukuran 10 x 12 cm² (diameter 5 cm) atau bisa juga memakai kemasan gelas air mineral den jangan lupa beri lobang saping kanan-kiri atas bawah.

Media yang dipakai dalam bentuk campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos dengan memperhatikan selisih yaitu 1 : 3 ke dalam wadah pembibitan jika lahan pasir dan lempung dapat ditambahkan.

Sebelum melakukan penyemian, terlebih dahulu rendam biji cabai ke dalam air hangat (50° C) sekitar 1 jam. Lalu biji tersebut diletakkan dalam media persemian dengan jarak 1- 3 cm.

READ  33+ Model Pagar Minimalis Terbaru dan Terlangka

Jika menggunakan polybag atau wadah bekas air mineral kemasan gelas, letakkan biji / benih 1 – 2 biji dalam setiap wadahnya. Tutup benih dengan lapisan tanah atau kompos dengan tipis. Selanjutnya bibit yang telah dibenamkan dan disiram basah ditutup dengan daun pisang selama 3 – 5 hari. Penyiraman dilakukan setiap hari sampai bibit siap tanam.

2. Pengolahan Tanah

Pertama-tama bersihkan terlebih dahulu gulma, kemudian tanah digali hingga kedalaman 20 – 30 cm. Guludan dibuat dengan ketinggian 10 – 20 cm pada msim kemaran, sedangkan pada musim hujan 40 – 50 cm. Lebar guludan 1 – 1,2 meter, dan panjangnya sesuai selera pemilik lahan.

Jarak antar guludan sekitar 40 cm atau bisa disesuaikan dengan keadaan dasar. Apabila pH tanah kurang dari 5,0 maka perlu ditambahkan pertanian kapur atau dolomit sebanyak  150 gram / 1m² dan dilakukan sampai 3 – 4 minggu sebelum masa tanam.

Setelah bagian atas tanah diratakan persemaian, lubang tanam dengan jarak penanaman 50 x 40 cm atau 60 x 50 cm bisa juga 50 x 70 cm dengan mengaplikasikan ini maka masing-masing akan berisi dua baris.

3. Penanaman

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah menyiram pot atau polybag yang akan ditanami dengan tujuan akan lebih mudah dalam melakukan proses penanaman. Benih cabai juga bisa langsung ditanam dalam polybag ataupun pot tanpa hasrus melalui proses pembibitan.

Akan tetapi akan membutuhkan cara menanam cabe banyak bibit dan pemeliharaan harus secara intensif.

Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman Cabe Rawit

Cara Merawat Cabe
Sumber: travel.tempo.co

Sebenarnya perawatan tanaman cabe rawit cukup mudah, penyiraman bisa dilihat dari kelembapan tanaman, jika tanah mengering siramlah dengan kelembapan kisaran 70% dari jumlah keseluruhannya.

Dalam pengairan Anda bisa coba dengan sistem leb bedengan (merendam semua bedengan hingga ketinggian air setengahnya) metode ini digunakan apabila di daerah Anda berlimpah ketersediaan airnya.

READ  Jual Masker Kefir Organik Berkualitas dengan Harga Pas di Hati

1. Pemupukan Susulan

Setelah pemupukan pertama itu tidak cukup, Anda harus menambahkan lagi pupuk susulan ketika umur tanaman mencapai 1 bulan, dan selanjutnya setiap penen dengan terus berkala diberikan pupuk susulan.

Pemupukan di sini bisa menggunakan pupuk cair, kompos, maupun organik. Ketika Anda memakai pupuk cair larutkan dengan selisih perbandingan 500 – 700 gram per tanamannya, atau Anda bisa gunakan pupuk  Urea dan NPK.

2. Penyiangan

Menurut pengalaman saya banyak dari para petani cabe rawit yang tidak menggunakan mulsa, sehingga penyianagan harus dilakukan secara rutin, guna menghindari pertumbuhan gulma.

3.  Pengendalian Hama dan Penyakit Cabe Rawit

Pada umumnya tanaman cabe rawit sangat kuat menghadapi hama serta penyakit, akan tetapi bukanlah tidak mungkin terserang hama penyakit, oleh karena itu kita harus selalu antipasi sebelum terjadi pada tanaman kita.

Berikut adalah hama umum yang sering ditemukan pada tanaman cabe.

  • Aphis
  • Lalat buah
  • Kepik atau walang sangit

Umum terjadi pada bagian buah cabe rawit terkena penyakit patek. Penyakit macam ini biasa disebabkan oleh serangga yang menempelkan larva penimbul penyakit.

Tidak hanya penyakit patek, terdapat juga penyakit tanaman cabai lainnya yang perlu Anda ketahui seperti daun keriting yang biasanya muncul ketika musim hujan, hal ini disebabkan oleh pH asam basa yang dihasilakn air hujan yang menempel pada daun tanaman cabai.

4. Proses Pemanenan Cabai Rawit

Tanaman cabai dapat dipanen pada umur 2,5 – 3 bulan dihitung mulai dari penanaman. Panen bisa dapat dilakukan samapai tanaman cabe mencapai umur 6 bulan atau lebih, umur maksimal cabe rawit yaitu 24 bulan = 2 tahun.

Masa panen setiap pohonnya bisa mencapai 15 – 18 kali. Ketika umur sudah tua hasil panen akan menurun dan kualitas cabe tidak maksimal sehingga tidak ekonomis lagi. Oleh karena itu biasa para petani mengganti tanaman jika sudah tua.

READ  Cara Menghapus Akun Facebook dan Cara Menonaktifkan Facebook

Disarankan memanen cabe di pagi hari. Cara terbaik memetik buah yaitu dengan disertai tangkainya, Anda juga bisa langsung melakukan penyortiran dengan ciri buah yang baik yaitu berbentuk ramping dan birisi padat. Dan model buah seperti ini biasanya mempunyai rasa yang pedas dan mempunyai harga yang tinggi di pasaran dibandingkan buah yang besar namun tidak berisi alias (kopong).

Sekian pembahasan cara menanam cabe yang baik dan benar, terima kasih sudah membaca artikel ini, dan semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar