Nama-nama Malaikat dan Pengertian Iman kepada Malaikat

Nama-nama Malaikat dan Pengertian Iman kepada Malaikat

Pengertian iman kepada malaikat – Agama Islam adalah agama yang sempurna, satu-satunya agama yang diridhai Allh SWT di muka bumi ini. Agama penutup dari ajaran-ajaran ketauhidan yang pernah dibawa oleh nabi dan rasul sebelum Rasulullah SAW. Nabi muhamad SAW merupakan nabi yang diutus Allah SWT untuk menyampaikan ajaran-ajaran Islam kepada umat di muka bumi ini.

Al Qur’an adalah kitab suci Agama Islam, yang diturunkan melalui perantara Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Di dalamnya terkandung ajaran-ajaran Islam yang telah disampaikan oleh Rasulullah SAW. Di dalamnya juga terdapat kisah-kisah para nabi terdahulu. Tentang bagaimana perjuangan para nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad SAW memperjuangkan ketauhidan.

Nabi-nabi sebelum Rasulullah juga menerima wahyu melalui perantara yang sama, yaitu Malaikat Jibril. Nabi-nabi yang menerima kitab Allah SWT yaitu:

  • Kitab Taurat, Kitab yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Musa a.s.
  • Kitab Zabur, Kitab yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Daud a.s.
  • Kitab Injil, KItab yang diturunkan Allah SWT kepadaa Nabi Isa a.s.
  • Dan yang terakhir adalah Kitab Al Qur’an, Kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Kitab-kitab tersebut diturunkan Allah SWT secara tidak bersamaan. Namun, diturunkan dengan waktu yang berbeda dan perbedaannya sampai ratusan tahun lebih. Kitab-kitab tersebut disempurankan dengan Al Qur’an.

Al Qur’an adalah kitab yang wajib kita imani sampai akhir zaman nanti. Yang mana kitab tersebut berisi kumpulan-kumpulan wahyu Allah yang diterima Nabi Muhammad melalui perantara Maliakat Jibril. Malaikat jibril adalah Malaikat Allah yang bertugas menyampaikan wahyu-wahyu Allah SWT. Oleh karena itu, jika kita beriman kepada kitab Allah SWT, kita juga harus beriman kepada Malaikat-malaikat Allah.

Pengertian Malaikat

Pengertian iman kepada malaikat
Sumber: pixabay.com

Sebelum membahas tentang pengertian iman kepada malaikat-malaikat Allah SWT, sebaiknya membahas tentang pengertian malaikat-malaikat Allah SWT terlebih dahulu. Malaikat adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang terbuat dari nur atau cahaya. Malaikat diciptakan Allah SWT untuk beribadah kepada Allah SWT dan sudah ditakdirkan menjadi makhluk yang paling taat kepada Allah SWT.

Malaikat merupakan makhluk suci yang diciptakan tidak berjenis kelamin dan tidak memiliki hawa nafsu. Sebagaimana diciptakannya makhluk lainnya, malaikat juga memiliki kewajiban atau dan tanggung jawab.

Tanggung jawabnya sangat luas, yaitu sejagad raya alam ini. Baik di dunia, di langit, di alam kubur, dan semua alam yang Allah SWT ciptakan. Jumlah malaikat tidak hanya satu, namun sangat banyak dan mengenai jumlahnya  Allahu ‘alam hanya Allah SWT yang tahu.

Iman Kepada Malaikat

Iman kepada Malaikat merupakan salah satu dari enam rukun iman. Yaitu rukun iman yang kedua. Seperti yang sudah disinggung diatas, bahwa jika kita beriman kepada Allah SWT berarti harus beriman juga kepada Malaikat-malaikat Allah SWT.

Karena malaikat merupakan ciptaan Allah SWT, jadi jika sudah beriman, percaya Allah SWT itu ada, percaya Allah adalah tuhan yang satu, tuhan seluruh alam, berarti secara akal sehat harusnya percaya juga dengan ciptaan-Nya. Ini adalah dalil aqli atau dalil secara akal sehat manusia tentang iman kepada Malaikat Allah SWT.

Adapun dalil naqli atau dalil yang bersumber dari Al Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah SAW tentang beriman kepada malaikat yaitu:

Pengertian Iman kepada Malaikat

pengertian iman kepada malaikat Allah SWT
Sumber: hijran1.wordpress.com

Pengertian iman kepada malaikat adalah mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Malaikat itu ada dan malaikat merupakan makhluk ciptaan Allah SWT. Malaikat merupakan tentara Allah SWT yang bisa ada dimana-mana dan menempati tempat sesuai tugasnya.

Kenapa harus beriman kepada malaikat? Malaikat adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang tidak bisa dilihat secara kasap mata oleh manusia biasa. Jadi, merupakan hal yang harus dipercayai meskipun tidak melihatnya secara kasap mata langsung. Adapun hal yang bisa membuat percaya selain melihatnya secara langsung yaitu dalil-dalil yang menjelaskan adanya malaikat.

Tentunya adalah dalil yang bersumber dari Al Qur’an dan hadits. Karena banyak dalil yang menjelaskan tentang adanya malaikat Allah SWT, diantaranya yaitu dalil dari Al Qur’an surat Al Anam ayat 61:

Nama-nama Malaikat

malaikat ilustrasi
Sumber: reportaseterkini.net

Setelah pengertian iman kepada malaikat-malaikat Allah SWT, sekarang mengenai 10 nama-nama malaikat Allah SWT yang wajib diketahui. Meskipun banyak ulama yang mengatakan bahwa jumlah malaikat lebih dari sepuluh, namun tidak semua nama malaikat wajib diketahui kecuali nama-nama 10 Malaikat berikut ini:

  • Malaikat Jibril.
  • Malaikat Mikail.
  • Malaikat Israfil.
  • Malaikat Izrail.
  • Malaikat Munkar.
  • Malaikat Nakir.
  • Malaikat Raqib.
  • Malaikat Atid.
  • Malaikat Malik.
  • Malaikat Ridwan.

Nama-nama malaikat di atas adalah nama-nama yang wajib kita ketahui dan kita imani. Dan Malaikat-malaikat tersebut memiliki tugas yang berbeda-beda dari Allah SWT. Tetapi tugas-tugasnya sama-sama berhubungan dengan manusia baik di dunia maupun di akhirat.

Tugas Malaikat

10 malaikat yang sudah disebutkan nama-namanya tadi memiliki tugas yang wajib kita ketahui. Supaya kita tahu, di dunia ini kita diawasi atau tidak oleh Malaikat-malaikat tersebut, dan kelak ketika kita sudah mati apakah akan bertemu atau tidak dengan malaikat-malaikat tersebut. Berikut tugas-tugas 10 Malaikat yang perlu kita ketahui sebagai umat muslim yang beriman.

Malaikat Jibril

Tugasnya adalah menyampaikan wahyu dari Allah SWT kepada Nabi-nabi Allah SWT. Seperti yang terjadi kepada Nabi Muhammad SAW waktu pertama kali menerima wahyu Allah SWT yaitu surat Al Alaq. Malaikat Jibril menampakan wujudnya dihadapan Nabi Muhammad SAW.

Malaikat Mikail

Tugasnya yaitu membagikan rezeki dari Allah SWT kepada penduduk bumi. Yang dimaksud dengan rezeki itu tidak hanya berupa harta, namun bisa juga keluarga dan teman-teman yang sholeh, bisa juga kesehatan, dan berupa lainnya.

Malaikat Israfil

Malaikat yang bertugas meniupkan sangkakala di hari akhir nanti, yaitu hari kiamat. Hari kiamat adalah suatu hari dimana seluruh alam semesta ini mengalami kehancuran dahsyat. Dan hari kiamat ini banyak dijelaskan di dalam Al Qur’an, bahwasanya suatu hari yang pasti akan terjadi, namun waktunya hanya Allah SWT yang tahu.

Malaikat Izrail

Tugasnya adalah mencabut nyawa. Semua makhluk hidup pasti akan menemui ajal atau kematian. Dan ajal tidak melihat waktu,tempat, dan keadaan. Jika sudah tiba ajalnya maka malaikat maut yang bernama Izrail ini tidak  menunda-nunda waktu yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT.

Malaikat Munkar dan Nakir

Yaitu dua malaikat yang bertugas menanyakan semua amal perbuatan manusia ketika sudah masuk alam kubur. Menurut Ulama ketika masuk alam kubur manusia akan ditanyai tentang tuhan, rasul, kiblat, dan lainnya yang bersangkutan dengan amal perbuatan dan keimanan.

Malaikat Rakib

Yaitu malaikat yang bertugas mencatat amal baik manusia selama hidup di dunia. Dan catatan tersebut akan dikeluarkan kelak setelah hari kiamat. Karena setelah hari kiamat catatan amal baik sudah ditutup.

Malaikat Atid

Yaitu malaikat yang memiliki tugas mencatat amal pebuatan manusia seperti Malaikat Rakib, akan tetapi Malaikat Atid khusus mencatat amal buruk manusia.

Malaikat Malik

Malaikat yang ditugaskan menjaga nerakanya Allah SWT. Neraka adalah tempat buruk yang diciptakan khusus untuk orang-orang yang tidak menaati perintah Allah SWT. Pada hari kiamat akan dikumpulkan orang-orang yang tidak taat terhadap perintah Allah SWT dan akan dimasukannya ke dalam Neraka. Neraka sendiri banyak tingkatannnya.

Malaikat Ridwan

Yaitu malaikat yang bertugas menjaga tempat yang dirindukan semua orang, yaitu surga. Pada hari kiamat akan dikumpulkannya orang-orang yang sholeh baik laki-laki maupun perempuan untuk dimasukan ke surganya Allah SWT.

Dari nama-nama Malaikat dan tugas-tugasnya tersebut wajib kita imani, dan sebagai peringatan bahwa setelah kematian itu masih ada kehidupan. Dan akan dipisahkan antara orang-orang yang baik dan buruk sesuai dengan amal perbuatannya selama hidup di dunia.

Wujud Malaikat

malaikat
Sumber: nu.or.id

Meskipun Malaikat tidak bisa terlihat dengan kasap mata orang biasa. Namun, bukan berarti malaikat tidak berwujud. Banyak dalil-dalil yang menyebutkan tentang wujudnya malaikat. Dalam kisah Nabi Muhammad SAW ketika nabi mendapatkan wahyu Malaikat Jibril pernah menampakan wujud aslinya.

Malaikat Jibril tampak dengan enam ratus sayap antara barat dan timur (Masyrik dan Maghrib). Sayap dan busananya nampak putih seperti mutiara yang larut, dengan rupa yang rupawan dan kekuatan yang terlihat dahsyat dan penuh mukjizat.

Dan terdapat dalil naqli yang menjelaskan wujud Malaikat, diantaranya yaitu surat Fatir ayat 1 dan surat An Najm ayat 13.

QS. Fatir ayat 1:

QS. An Najm ayat 13:

Sifat-sifat Malaikat

pengertian iman kepada malaikat1
Sumber: syahida.com

Umat Islam meyakini bahwa malaikat memiliki sifat-sifat yang yang berbeda dengan makhluknya. Malaikat memiliki sifat tersendiri. Menurut ulama malaikat memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

  • Suci dari sifat manusia dan jin.
  • Selalu bertasbih setiap waktu.
  • Takut dan selalu taat kepada Allah SWT.
  • Tidak pernah maksiat.
  • Tidak tidur.
  • Mempunyai sifat malu.
  • Bisa merubah wujudnya.
  • Memiliki kekuatan dan kecepatan cahaya.
  • Memiliki sifat malu.
  • Bisa terganggu dengan bau tidak sedap, anjing, dan patung.
  • Tidak bisa dilihat oleh manusia, kecuali manusia-manusia tertentu.

Hikmah Beriman kepada Malaikat

Hikmah
Sumber: embunhati.com

Ada beberapa hikmah yang bisa didapatkan dan rasakan apabila benar-benar paham dengan pengertian iman kepada malaikat-malaikat Allah SWT kemudian diikuti dengan beriman dengan sebenar-benarnya iman kepada malaikat-malaikat Allah, diantaranya yaitu:

  • Semakin mantap keyakinannya terhadap keagungan dan kesempurnaan Allah SWT.
  • Semakin teguh pendirian untuk menjadi orang beriman (Itiqomah).
  • Tumbuh rasa takut untuk bermaksiat atau melanggar perintah Allah karena ada malaikat Allah yang mencatat amal amal-amal manusia.
  • Meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT.
  • Tidak cinta dunia, dan selalu mengingat akan ajal menjemput kapan aja.

Demikian informasi yang bisa disampaikan mengenai iman kepada malaikat-malaikat Allah SWT dan pengertian iman kepada malaikat. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih.

Tata Cara Shalat Istikharah dan Penjelasannya

Tata Cara Shalat Istikharah dan Penjelasannya

Tata Cara Shalat Istikharah – Agama Islam adalah agama yang sempurna, semua tuntunan hidup sudah diajarkan oleh Rasulullah SAW dan diabadikan sampai sekarang dalam Al Quran dan Hadits. Termasuk juga shalat sunnah istikharah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Sahabat Jabir bin ‘Abdillah radhiyyallahu ‘anhu pernah menyampaikan suatu hadits tentang shalat istikharah.

Hadits tentang Shalat Istikharah
Sumber: muslim.or.id

 

Pengertian Shalat Istikharah

tata cara shalat istikharah
Sumber: santrigaul.net

Sebelum membahas tata cara shalat istikharah, akan lebih baik jika mengetahui pengertian dari shalat sunnah tersebut. Istikharah adalah berdoa atau meminta kepada Allah SWT supaya diberi petunjuk untuk memilih yang terbaik dari beberapa pilihan yang dihadapi oleh tiap-tiap individu umat islam. Sedangkan shalat istikharah adalah shalat sunnah 2 rakaat yang dikerjakan setiap umat muslim dengan tujuan meminta kepada Allah SWT supaya diberi petunjuk dalam memilih suatu pilihan.

Namun, ada versi lain yang menjelaskan bahwa shalat istikharah dikerjakan ketika seseorang sudah mantap menentukan pilihan. Dalam arti jika seseorang sudah mempunyai keputusan yang telah diambil lalu seseorang tersebut baru mengerjakan shalat istikharah. Dengan memohon kepada Allah SWT , apabila keputusan yang sudah diambil merupakan perkara yang baik, maka memohon supaya dipermudah keputusan yang sudah diambil.

Meskipun ada beberapa versi pemahaman, tetapi inti dari shalat istikharah sama yaitu meminta petunjuk dari Allah SWT, dan supaya umat muslim tidak meminta tolong kepada selain Allah SWT dalam menghadapi permasalahan. Sholat istikharah merupakan shalat sunnah yang memang Rasulullah anjurkan kepada umat muslim.

Niat Shalat Istikharah

niat shalat sunnah istikharah
Sumber: gusilham.blogspot.com

Niat shalat istikharah

Ushalli sunnatal istikhaarahi rak’ataini lillahi ta’aala.

Artinya: Aku niat shalat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala.

Niat tersebut dibaca dalam hati sebelum takbir melaksanakan shalat. Seperti pada shalat lainnya. Perlu diketahui Segala sesuatu harus atas dasar niat, dan niatkan segala sesuatu karena Allah SWT. Termasuk juga shalat istikharah harus didasari niat mengerjakan shalat karena Allah SWT.

Niat dengan benar merupakan bagian dari tata cara shalat istikharah. hal ini berdasarkan dengan apa yang sudah diajarkan oleh banyak Ulama-ulama maupun ustadz-ustadz.

Tata Cara Shalat Istikharah

Tata cara shalat istikharah
Sumber: doasholat.com

Tata cara shalat istikharah sama dengan shalat lainnya, tidak ada perbedaan atau cara yang tersendiri. Hanya saja rakaat shalat sunnah istikharah berjumlah dua. Adapun bacaan-bacaan sama dengan shalat lainnya. Termasuk juga bacaan surat Al-Quran setelah surat Al Fatihah, boleh surat apa saja.

Namun, ada ulama yang menganjurkan pada rakaat pertama setelah membaca surat Al Fatihah membaca surat Al Kafiruun sampai selesai, kemudian dilanjut dengan membaca Surat Al Qashash ayat 68 dan ayat 69 dan diulang sebanyak 7 kali.

Kemudian pada rakaat kedua setelah membaca surat Al Fatihah dilanjut membaca surat Al Ikhlas sampai selesai dan dilanjut dengan membaca surat Al Azhaab ayat 36 diulang sebanyak 7 kali. Itu merupakan anjuran dari Ulama bukan suatu kewajiban. Tapi jika dilakukan maka akan lebih baik.

Waktu Shalat Istikharah

waktu sholat
Sumber: simbi.kemenag.go.id

Mengetahui waktu untuk shalat sunnah istikharah merupakan hal yang harus. Karena ini termasuk ke dalam tata cara shalat istikharah. Waktu mengerjakan shalat sunnah istikharah boleh kapan saja, mau pagi, siang, atau malam. Ada Ulama yang berpendapat bahwa waktu yang paling bagus untuk shalat istikharah adalah waktu sepertiga malam, selain waktu tersebut merupakan waktu yang sangat dianjurkan untuk mengerjakan shalat sunnah, khususnya shalat sunnah tahajud.

Waktu tersebut merupakan waktu yang paling bersahabat penuh dengan ketenangan dan kekhusuan. Akan tetapi perlu diketahui juga, bahwa ada waktu-waktu yang tidak diperbolehkan untuk shalat. Yang tidak boleh yaitu shalat sunnah di waktu yang dilarang untuk melakukan shalat. Adapun waktu yang dilarang tersebut yaitu:

Waktu-waktu yang Dilarang untuk Shalat

Shalat merupakan ibadah yang menduduki posisi kedua dari 5 Rukun Islam. Perlu diketahui bahwa ada waktu-waktu tertentu yang tidak diperbolehkan melakukan shalat. Adapun waktu-waktu yang dilarang untuk melakukan shalat yaitu:

1. Setelah Shalat Subuh sampai Terbitnya Matahari

Adapun hadits yang menjelaskan dilarangnya shalat setelah shalat subuh. Rasulullah bersabda:

 

Hadits Larangan Shalat Setelah Shalat Subuh

2. Pada Saat Matahari Condong Tengah Hari

Waktu dari matahari condong tengah hari yaitu sekitar jam sebelas kurang. Pada waktu ini banyak Ulama yang berpendapat bahwa waktu tersebut tidak boleh untuk shalat. Namun, ada sebagian ulama juga yang membolehkan. Membolehkan dalam arti dengan alasan yang kuat, seperti shalat sunnah gerhana, shalat sunnah meminta hujan.

3. Waktu Matahari Tenggelam

Waktu matahari tengelam yaitu sebelum maghrib dan setelah ashar. Jika jadwal shalat ashar jam 3 dan mengerjakan tepat waktu, maka waktu setelah melaksanakan shalat ashar sudah tidak diperbolehkan untuk melakukan shalat.

Waktu-waktu tersebut dilarang untuk shalat bukan tidak ada dasarnya. Waktu-waktu tersebut sudah dijelaskan oleh hadits Rasulullah SAW. Salah satunya adalah hadits di atas yang menjelaskan tidak diperbolehkannya mengerjakan shalat di waktu setelah shalat subuh. Adapun hadits lain, yaitu hadits yang disampaikan oleh Sahabat Uqbah bin Anir radhiyallahu ‘anhu.

Doa Setelah Shalat Istkharah

waktu sholat
Sumber: deweez.com

Doa yang dilakukan setelah shalat istikharah boleh doa apa saja yang anda kuasai, dan pastinya selipkan doa permintaan untuk diberi petunjuk sesuai dengan tujuan melakukan shalat istikharah. Jika belum menguasai doa-doa bisa meminta saran kepada ahlinya seperti Ustadz ataupun Ulama.

Adapun di sini contoh doa setelah melakukan shalat sunnah istikharah yang sudah sering disampaikan oleh Ustadz-ustadz yaitu sebagai berikut:

doa setelah shalat istikharah

Contoh Perkara

contoh perkara
Sumber: hambaallah.net

Contoh perkara, ana sedang kebingungan untuk memilih jodoh, ada dua calon yang siap untuk menjadi pendamping ana, dua calon tersebut sama-sama baik, sama-sama memiliki fisik yang bagus, pokoknya dua-duanya memiliki kriteria yang ana inginkan. Dalam keadaan seperti ini pasti ana bingung untuk memilih salah satu yang terbaik.

Memilih yang terbaik dalam arti supaya tidak terjadi penyeselan setelah mengambil pilihan, dan berkah buat kedepannya. Dalam keadaan seperti ini ana dianjurkan untuk mengerjakan shalat istiqharah, supaya Allah SWT memberikan petunjuk dan bantuan untuk memilih.

Apabila ana benar-benar meminta pertolongan kepada Allah SWT dan ana berserah diri kepada Allah dan sudah melakukan shalat istikharah, insya Allah petunjuk Allah akan datang entah lewat mimpi, lewat kemantepan hati, atau lewat petunjuk-petunjuk Allah SWT yang lain.

Hal yang harus diperhatikan adalah ketika ana sudah sepenuhnya berserah kepada Allah SWT, hati dan fikiran ana harus benar-benar bersih. Dalam arti tidak ada kecenderungan kesatu calon. Dan benar-benar Lillahi Ta’ala.

Catatan

catatan
Sumber: catatanrobert.com

Ada Ulama yang berpendapat bahwa shalat istikharah adalah shalat sunnah dua rakaat, dan setipa shalat sunnah dua rakaat bisa dijadikan shalat istikharah, seperti shalat sunnah tahyatul masjid, shalat sunnah qabliyah dan ba’diyah, shalat sunnah tahajud, dan shalat sunnah dua rakaat lainnya. Kemudian berdoa dengan istikharah kepada Allah SWT.

Namun ada juga yang berpendapat jika berniat melakukan shalat istikharah, maka lakukan shalat sunnah istikharah. Dalam hal ini bukan merupakan hal yang perlu dipemasalahkan, masing-masing pendapat para Ulama tentunya ada dasarnya yang kuat. Dan para Ulama pun sudah tahu tentang perbedaan-perbedaan yang ada, namun tidak mempermasalahkan. Wallahu ‘alam.

Mungkin itu saja yang bisa dijelaskan di artikel ini, mengenai informasi tentang shalat sunnah istikharah termasuk juga tata cara shalat istikharah. Apabila didapati salah-salah kata atau kekeliruan yang tidak disengaja penulis pribadi mohon maaf. Artikel ini ditulis dengan pengetahuan penulis dan sumber yang sudah terpercaya. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dan mengampuni segala kesalahan, amin.

Pesantren Modern dan Pesantren Tahfidz

Pesantren Modern dan Pesantren Tahfidz

Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang fokus di Ilmu Agama Islam. Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya zaman yang semakin modern, pesantren-pesantren juga banyak yang mengikuti perkembangan zaman, atau yang biasa disebut Pesantren Modern. Ada juga Pesantren Tahfidz, yaitu pesantren yang fokus untuk menghafal Al-qur’an 30 juz.

Pada umumnya pesantren modern fokus pada Al-qur’an, namun ada juga yang tetap mengajarkan ilmu fiqih, ilmu nahwu, bahasa internasional sampai ilmu untuk bela diri. Bahkan ada juga yang mengajarkan ilmu mengenai duniawi seperti tentang komputer, marketing dan lainnya.

Adapun pesantren tahfidz secara pengrtian merupakan pesantren modern yang fokus menghafal Al-qur’an 30 juz dalam kurun waktu yang ditentukan pesantren. Dengan harapan tiap-tiap pesantren yang berbeda, namun tetap satu tujuan yaitu menciptakan generasi muslim yang taqwa.

11 Pesantren Modern dan Pesantren Tahfidz

Berikut ini beberapa daftar pesantren modern atau pesantren tahfidz yang bisa menjadi daftar rujukan untuk anda, anak anda, atau pun keluarga dan teman anda.

1. Pesantren Modern Gontor Darussalam

Pesantren Modern Gontor Darussalam
Sumber: pondok-modern-darussalam-gontor.blogspot.co.id/

Pesantren Modern Gontor Darussalam atau biasa disebut dengan pondok modern gontor beralamat di Ponorogo, Jawa Timur. Sejarah Pondok ini sangat panjang, dari nama pertama berdirinya yaitu Pondok Tegalsari sampai dengan sekarang bernama Pondok Modern Gontor. Pertama kali berdiri pada abad ke-18, Pendirinya yaitu Kyai Ageng Hasan Besari.

Pada tanggal 20 September 1926 bertepatan dengan kalender Islam 12 Rabiul Awal 1345, bertepatan juga dengan Maulid Nabi Muhammad SAW, para penerus pengasuh pondok ini yaitu K.H. Ahmad Sahal, K.H. Zainudin Fananie, K.H. Imam Zarkasyi atau yang terkenal dengan Trimurti meresmikan nama Pondok Modern Darussalam Gontor.

Jenjang pendidikan yang ada di Pondok Modern Gontor meliputi Kulliyatul Mu’allimin dan Mu’allimat Al-Islamiyyah (KMI)  dan Universitas Darussalam. Cabang-cabang pondok ini sudah cukup banyak karena melihat peminatnya sangat banyak.

2. Pesantren Modern Babussalam

Pesantren Babussalam
Sumber: youtube.com

Pondok Pesantren Babussalam beralamat di Mojo, Kebonsari, Madiun, Jawa Timur.  Berdiri pada tanggal 29 Juni 1986 bertepatan dengan Kalender Islam yaitu 21 Syawal 1406 H. Pendiri pesantren ini yaitu KH. Hadi Martoyo, Beliau merupakan alumni pondok pesantren modern gontor. Sehingga sistem dan kurikulumnya tidak jauh seperti yang ada di Pesantren Modern Gontor.

KMI merupakan jenjang pendidikan dari Pondok Modern Gontor yang diterapkan di Pondok Pesantren Babussalam, meliputi pendidikan Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, Madrasah Ibtidaiyah, Tarbiyatul Athfal, Paud.

3. Pesantren Modern Assalaam

Pesantren Modern Assalam
Sumber: youtube.com

Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam beralamat di Desa Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah. Berdiri pada tahun 7 Agustus 1982 bertepatan dengan kalender Islam tanggal 17 Syawal 1402 H. Pondok ini didirikan oleh Yayasan Majelis Pengajian Surakarta yang mana pendirinya adalah H. Abdullah Marzuki dan Hj. Siti Aminah Abdullah.

Jenjang pendidikan Pesantren Modern ini meliputi Madrasah Tsanawiyah (MTS), Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Takhashushiyah (MTKS), SMA, dan SMK.

4. Pesantren Modern Al Barokah

Pesantren Al Barokah
Sumber: ywabs.sch.id

Pesantren Modern Al Barokah terletak di Jl. Gotong Royong Desa Silinduk, Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Pendirinya yaitu Yayasan Al Barokah Simalungun. Pada tanggal 24 September 2011. Pesantren yang masih sangat muda usianya.

H. Syamsir Siregar dan H. Amri Siregar, Beliau merupakan tokoh yang merintis dengan mewakafkan sebagian hartanya. Dengan cita-cita yang mulia yaitu mensejahterakan bangsa dan negara di bidang pendidikan. Dengan visi membentuk dan menciptakan generasi Islam yang Akhlaqul Kharimah, Cerdas serta mempunyai keterampilan dan dapat diandalkan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan.

5. Pesantren Modern Sabilurrasyad

 Pesantren Modern Sabilur Rosyad
Sumber: sabilurrosyadsda.blogspot.co.id

Pesantren ini beralamat di Jl. KH. Abdul Wahab Km 2 Bojonggede, Kec. Ngampel, Kendal, Jawa Tengah. Berawal dari pembangunan masjid pada tahun 2002, Ketika sudah berdiri pada tahun 2003 masjid sudah mulai aktivitas. Karena perkembangan jumlah jama’ahnya terus meningkat terutama jama’ah yang berminat belajar membaca Al Qur’an.

Kemudian dibangunlah Taman Pendidikan Al Qur’an, dan diresmikan langsung oleh Bupati Kendal pada tanggal 16 Mei 2010. Tidak cukup di Taman Penidikan Al Qur’an saja, dua tahun setelahnya dibangun Madrasah dan Saung Tahfidz. Sampai sekarang tingkat pendidikannya sudah ada yang setara dengan SMA. Pesantren ini di Pimpin oleh H. Abdul Cholik Mustofa SH.

6. Pesantren Tahfidz Daarul Quran

Pesantren Darul Qur'an
Sumber: henings.wordpress.com

Pesantren ini beralamat pusat di kediaman Pimpinan Pesantrennya yaitu Ustadz Yusuf Mansur yaitu di Jl. Ketapang Poncol, Ketapang, Cipondoh, Tanggerang Kota, Banten. Sejarah Pesantren ini, berawal dari tahun 2003 Ustadz Yusuf Mansur berkhidmat menciptakan generasi-generasi penghafal Al Qur’an.

Yang kemudian berkembang sampai memiliki santri ribuan. Dengan visi membangun masyarakat madani berbasis Tahfidzul Qur’an untuk kemandirian ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan bertumpu pada sumber daya lokal yang berorientasi pada pemuliaan Al Qur’an.

7. Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan

Pesantren Al amien prenduen
Sumber: al-amien.ac.id

Pesantren yang beralamat pusat di Jl Raya Prenduan, Pragaan, Kab. Sumenep, Jawa Timur. Pendirinya yaitu KH. Ahmad Chotib, berawal dari pengajian panggung membahas kitab-kitab ulama salaf sampai akhirnya meresmikan berdirinya pada tahun 1901.

Hingga sekarang sudah mengalami banyak perkembangan. Jenjang pendidikanya dari Madrasah Formal sampai tingkat setara dengan SMA.

8. Ma’had ‘Aly Tahfizhul Qur’an El-Suchary

Ma'had Aly El-Suchary
Sumber: el-suchary.com

Ma’had ini beralamat di Kab. Purbalingga, lebih tepatnya di Jl. Kopral Tanwir, Purbalingga lor. Didirikan oleh Yayasan Istiqomah Sambas. Merupakan jenjang pendidikan setara Diploma 3 yang berfokus pada Tahfidzul Qur’an.

Visinya mencetak generasi Qur’ani yang bermanhaj Ahlussunah Wal Jama’ah dengan berjiwa da’i, berkarakter Mujahid, berbudi santun, berakhlaq mulia, dan berwawasan luas.

9. Ma’had ‘Aly Tahfizhul Qur’an Isy Karima

isy-karima
Sumber: layananumat.wordpress.com

Ma’had ini beralamat di Gerdu, Kab. Karanganyar, Jawa Tengah.  Berdiri sejak tahun 1994 dan diresmikannya Ma’had ‘Aly Tahfidzul Qur’an Isy Karima pada tahun 1998, Mahad ini adalah program Beasiswa pendidikan untuk tingkat Diploma 2 dengan waktu yang ditentukan yaitu selama 2 tahun. Didirikan oleh Yayasan sosial dan pendidikan lslam Isy Karima (YSPII).

Dengan visi mencetak Hafidz yang berjiwa Da’i dan Mujahid. Dan tujuan mulia untuk menciptakan generasi Hafidz yang memiliki kepekaan terhadap masalah umat dan perkemabangan zaman dan aktif untuk berdakwah.

10. Pesantren Tahfidz Yanbu’ul Qur’an

Pesantren Tahfidz Yanbu'ul Qur'an
Sumber: arwaniyyah.com

Pesantren ini beralamat di Jl. KH. Muhammad Arwani, Kajeksan, Kota Kudus, Kab. Kudus, Jawa Tengah. Di bawah naungan Yayasan Arwaniyah. Awal mula berdirinya pesantren ini yaitu dari pengajian yang diampu KH. M. Arwani Amin pada tahun 1942 di masjid Kenepan.

Di Masjid tersebut Beliau menerima santri yang mau belajar Al Qur’an dengan baik. Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1945 – 1957 pengajian tersebut sempat terhenti dikarenakan kesibukan Beliau dalam melanjutkan menuntut ilmu.

Singkat cerita pada tahun 1973 Beliau mendirikan Pesantren Yanbu’ul Qur’an. Pesantren tersebut terus berkembang hingga sekarang dengan pengelolaan yang diteruskan oleh putra-putra Beliau.

11. AR Rahman Quranic College

AR RAHMAN QURANIC COLLEGE
Sumber: aqc.or.id

Lembaga pendidikan yang fokus pada menghafal Al Qur’an 30 Juz, serta mentadaburinya. Ditambah pengembangan dalam berbahasa arab dan ilmu-ilmu diniyah dengan metode pesantren modern.

Lembaga ini di resmikan pada tanggal 29 Desember 2008 di bawah pimpinan Ustadz Bachtiar Nasir Lc MM, dan bertempat di Cirimpak Megamendung Bogor, Jawa Barat.

Demikian informasi mengenai beberapa Pesantren-pesantren yang bisa menjadi rujukan, kurang lebihnya dari penulis pribadi, mohon maaf jika ada kekurangan atau kesalahan dalam menulis, semoga bermanfaat. Terima kasih.