Interaksi Sosial

Pengertian Interaksi Sosial dan Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Syarat-syarat terjadinya interaksi sosial – Semua makhluk hidup di dunia ini tidak mungkin bisa bertahan hidup sendiri, dengan kata lain makhluk hidup membutuhkan kebersamaan atau bersosial. Termasuk juga manusia, manusia merupakan makhluk sosial yang selalu senantiasa melakukan hubungan timbal balik dengan sesama manusia lainnya demi tercapainya kelangsungan hidupnya.

Karena manusia tidak bisa hidup sendiri maka manusia harus bisa mengenal individu lainnya. Proses mengenal individu lainnya ini membutuhkan yang namanya interaksi sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan yang terjadi antara individu dengan individu lainnya. Individu lainnya bisa berupa kumpulan-kumpulan individu atau yang disebut dengan kelompok.

Interaksi sosial merupakan kunci terjadinya perkenalan dan kedekatan antar individu. Tanpa adanya interaksi sosial maka tidak akan tercipta kehidupan bersama ataupun berkelompok yang saling mengenal dan ada kedekatan. Terus apa yang maksud dengan interaksi sosial itu? Berikut ini adalah pengertian interaksi sosial dan pembahasannya.

Pengertian Interaksi Sosial

Interaksi Sosial
Sumber: tes.com

Interaksi sosial adalah hubungan yang mengandung proses timbal balik yang terjadi antara dua individu atau lebih di dalam kehidupan bersosial. Dalam kehidupan sehari-hari semua manusia tidak mungkin terlepas dari interaksi sosial, karena interaksi sosial merupakan cara untuk mengubungkan antar manusia agar terjadi kehidupan yang bersosial.

Interaksi merupakan kunci terjadinya perputaran semua aspek kehidupan sosial. Interaksi sosial tidak cukup hanya bertemunya fisik individu dengan individu lainnya saja. Untuk terjadinya interaksi sosial ada hal yang harus terpenuhi yaitu syarat-syarat terjadinya interaksi sosial dan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya interaksi sosial. Selain itu ada juga yang berhubungan dengan interaksi sosial seperti bentuk-bentuk interaksi sosial dan yang lainnya.

Interaksi sosial bisa saja tidak terjadi meskipun ada dua individu atau lebih. Yaitu ketika individu-individu tersebut tidak ada respon antar individu satu dengan individu lainnya meskipun dalam keadaan berdekatan. Seperti yang sudah disinggung di atas, bahwa interaksi sosial tidak akan terjadi jika hal seperti syarat-syarat terjadinya interaksi sosial tidak terpenuhi. Berikut penjelasan tentang syarat-syarat terjadinya interaksi sosial.

Syarat-syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Syarat-syarat terjadinya interaksi sosial
Sumber: nationalpain.com

Syarat-syarat terjadinya interaksi sosial merupakan salah satu hal yang membuat adanya interaksi sosial. Apa saja syarat-syarat tersebut? Sebuah interaksi sosial terjadinya jika sudah memenuhi dua syarat yaitu kontak sosial dan komunikasi. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas satu per satu dari dua syarat tersebut.

1. Kontak Sosial

Pengertian kontak sosial1
Sumber: paneda.no

Secara bahasa kontak bisa diartikan bersentuhan atau bertemu. Secara sosiologi, kontak sosial memiliki arti suatu gejala sosial yang memungkinkan individu untuk melakukan aksi dengan suatu isyarat, dan aksi tersebut mendapat reaksi dari individu lainnya. 

READ  Tata Cara Shalat Istikharah dan Penjelasannya

Secara umum kontak sosial bisa diartikan hubungan dua individu atau lebih yang saling berinteraksi baik secara tatap muka atau pun lewat media. Kontak sosial terdiri dari beberapa beberapa jenis klarifikasi, yaitu klarifikasi berdasarkan cara, sifat, dan bentuk.

– Kontak Sosial Berdasarkan Cara

Kontak sosial berdasarkan cara terbagi menjadi dua yaitu kontak sosial secara langsung dan kontak sosial secara tidak langsung. Kontak sosial secara langsung yaitu kontak sosial yang terjadi secara fisik, tatap muka, atau individu-individu tersebut saling bertemu. Sedangkan kontak sosial secara tidak langsung yaitu kontak sosial yang terjadi lewat media sebagai penghubung.

– Kontak Sosial Berdasarkan Sifat

Kontak sosial secara sifat dibagi menjadi tiga yaitu kontak sosial antara individu dengan individu, yang kedua individu dengan kelompok, dan yang ketiga yaitu kelompok dengan kelompok.

– Kontak Sosial Berdasarkan Bentuk

Kotak sosial berdasarkan bentuk dibagi menjadi dua yaitu kontak sosial bersifat positif dan kontak sosial bersifat  negatif. Kontak sosial bersifat positif yaitu kontak sosial yang terjadi dengan memiliki nilai-nilai yang positif atau bagus. Sedangkan kontak sosial yang bersifat negatif yaitu kontak sosial yang sebaliknya atau mengandung nilai-nilai negatif.

Kontak sosial adalah syarat-syarat terjadinya interaksi sosial yang pertama. Syarat yang kedua yaitu komunikasi. Komunikasi bisa terjadi setelah adanya kontak sosial. Tanpa komunikasi maka interaksi sosial belum bisa terjadi.

2. Komunikasi

komunikasi1
Sumber: tes.com

Komunikasi adalah suatu tindakan atau aksi  dalam menyampaikan pesan dari individu ke individu lainnya atau kelompok sehingga bisa menyebabkan reaksi dari individu atau kelompok tersebut. Komunikasi bisa secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung yaitu ketika terjadi kontak secara fisik, sedangkan secara tidak langsung yaitu berkomunikasi lewat media.

Kontak sosial bisa terjadi tanpa komunikasi, akan tetapi tidak akan terjadi interaksi. Contoh ketika individu sedang berjalan dan berpapasan dengan individu lainnya, namun tidak ada komunikasi di antara mereka. Hal seperti ini belum bisa disebut interaksi sosial. Karena belum memenuhi syarat-syarat terjadinya interaksi sosial yang kedua yaitu komunikasi.

Faktor-faktor Pendorong Interaksi Sosial

faktor terjadinya interaksi sosial
Sumber: edgehil.ac.uk

Faktor-faktor pendorong interaksi sosial yaitu hal yang mendorong dan menyebabkan terjadinya interaksi sosial. Ada 6 faktor yang berpengaruh atau mendorong terjadinya interaksi sosial. 6 faktor tersebut yaitu:

  1. Imitasi, yaitu suatu tindakan meniru semua hal yang ada pada orang lain.
  2. Identifikasi, yaitu upaya yang dilakukan untuk mengetahui semua hal yang ada pada orang lain.
  3. Sugesti, yaitu suatu rangsangan atau stimulus yang diberikan kepada orang lain dan tanpa berpikir panjang seseorang tersebut menuruti. Sugesti bisa berwujud pendapat,saran, pertanyaan, dan iklan.
  4. Motivasi, yaitu suatu dorongan yang diberikan kepada orang lain dengan tujuan menyemangati seseorang tersebut.
  5. Simpati, yaitu suatu sikap ketertarikan kepada orang lain yang terjadi ketika ada suatu kejadian.
  6. Empati, yaitu suatu sikap ketertarikan kepada orang lain disertai menjiwai keadaan orang tersebut.
READ  Macam-macam Makanan untuk Mengecilkan Perut

Bentuk-bentuk Interaksi Sosial

Bentuk interaksi sosial
Sumber: telco2research.com

Bentuk-bentuk interaksi sosial merupakan hal yang akan terjadi jika sudah terpenuhinya syarat-syarat interaksi sosial. Ketika sudah terpenuhi syarat-syaratnya maka akan menghasilkan bentuk-bentuk interaksi sosial. Bentuk-bentuk sosial tersebut ada dua yaitu interaksi sosial asosiatif dan proses asosiatif disosiatif. Berikut adalah penjelasan kedua bentuk interaksi sosial tersebut.

1. Interaksi Sosial dalam Bentuk Asosiatif

meeting
Sumber: freepik.com

Interaksi sosial dalam bentuk asosiatif yaitu interaksi yang bersifat posistif karena membawa kearah persatuan kerjasama yang baik. Interaksi sosial dalam bentuk ini terbagi lagi menjadi:

  1. Kerja sama, yaitu bentuk yang terjadi karena beberapa individu atau pihak memiliki tujuan yang sama. Kerja sama ada 4 macam yaitu kerja sama spontan, kerja sama langsung, kerja sama kontrak, dan kerja sama tradisional.
  2. Akomodasi, yaitu penyesuaian dalam interaksi dengan tujuan untuk meredakan petentangan yang ada.
  3. Asimilasi, yaitu penyesuian yang dilakukan oleh dua budaya dengan tujuan terciptanya kebersamaan.
  4. Akulturasi, yaitu adanya unsur-unsur kebudayaan lain yang masuk, tetapi tidak menyebabkan hilangnya budaya aslinya atau budaya sendiri.

2. Interaksi Sosial dalam Bentuk Disosiatif

bentuk disosiatif
Sumber: rumahayu.com

Interaksi sosial dalam bentuk disosiatif yaitu interaksi yang bersifat negatif karena mengarah ke dalam perpecahan. Interaksi ini terbagi menjadi:

  1. Konflik, yaitu adanya pertentangan yang terjadi akibat adanya perbedaan paham.
  2. Persaingan, yaitu usaha secara kompetitif yang dilakukan untuk mencari kemenangan.
  3. Kontraversi, yaitu bentuk disosiatif yang berada di antara bentuk disosiatif lainnya yaitu konflik dan persaingan. Ada beberapa bentuk kontraversi yaitu kontraversi umum, kontraversi sederhana, kontraversi insentif, kontraversi rahasia, dan kontraversi taktis.

Demikian beberapa penjelasan mengenai pengertian interaksi sosial, syarat-syarat terjadinya interaksi sosial, faktor-faktor pendorong interaksi sosial, dan bentuk-bentuk interaksi sosial. Semoga artikel ini bermanfaat.

READ  Menjadi Pribadi yang Baik itu Penting

 

Tinggalkan komentar