Permainan yang Pernah Populer di Masa Kecilku

Permainan yang Pernah Populer di Masa Kecilku

pexels.com

Permainan adalah kegiatan hiburan untuk mencari kesenangan. Permainan merupakan kebutuhan wajib di masa kecil. Karena masa kecil tanpa permainan pasti akan hampa. Permainan yang pernah populer di masa kecilku, kayanya sekarang sudah hampir punah. Bagaimana tidak ? Di zaman yang semakin modern ini, ternyata permainan juga mengalami kemajuan.

Terbukti dengan fakta yang ada, hampir semua anak-anak sekarang tidak ada yang bermain dengan permainan yang pernah populer di masa kecilku. Anak-anak sekarang lebih asik dengan permainan sekarang, seperti main playstation, game di handphone dan game-game online yang sedang populer sekarang.

Jika aku perhatikan, permainan sekarang lebih banyak yang mengeluarkan uang. Ya… untuk membeli maupun untuk memainkannya. Berbeda dengan permainan-permainan dulu yang sangat sederhana tapi tetap menyenangkan.

Permainan Layang-layang Merupakan Permainan yang Pernah Populer di Masa Kecilku

pixabay.com

Permainan layang-layang adalah permainan menerbangkan sebuah layangan yang diikat benang di tanah lapang. Permainan ini, merupakan salah satu dari permainan yang pernah populer di masa kecilku.

Dulu, waktu aku masih umur sekitar sepuluh tahunan, dan masih belajar di tingkat dasar. Senang sekali dengan perminan layang-layang. Aku biasanya dengan teman-temanku bermain layang-layang di lapangan yang terletak di pesawahan dekat rumahku.

Yang menyenangkan itu, aku dan teman-teman selalu adu ketinggian ketika menerbangkan layangan. Untuk hal ini, sebenarnya hanya masalah panjang pendeknya benang pengikat layangan yang di punya. Hal yang menyenangkan lainnya adalah adu kebagusan dan kebesaran layangan. Dulu aku dan teman-teman selalu berlomba dalam bikin layangan yang bagus dan besar.

Dulu layang-layangnya kebanyakan aku bikin sendiri. Karena, kalau bikin sendiri lebih menantang. Kenapa lebih menantang? Soalnya, jika bikin sendiri ada dua kemungkinan yang akan terjadi, yaitu gagal atau berhasil.

Dalam arti, layangan bikinan sendiri jika berhasil, maka akan gampang diterbangkan dan bisa terbang dengan tenang. Hal itu akan membuat aku merasa lebih puas dan lebih asik dalam bermain layang-layang.

Tetapi, jika gagal… layang-layang tidak bisa diterbangkan. Meskipun bisa diterbangkan, pasti terbangnya tidak tenang seperti miring-miring sendiri, bahkan muter-muter dan berakhir dengan terjun jatuh. Hal ini tidak membuatku kecewa, malah menantangku untuk bikin lagi dan memperbaiki kesalahannya dimana.

Pemainan ini ada musimnya. Yaitu, ketika sedang musim kemarau dan angin lagi kencang. Sekitar jam dua sampai jam empat sore adalah waktu yang cocok. Karena, di waktu tersebut panas terik matahari sudah menurun dan anginnya sangat mendukung.

Permainan ini tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk memainkannya. Cukup mengeluarkan uang untuk membeli atau membuat layang-layangnya saja. Itu pun sangat terjangkau.

Bermain Ketapel

pixabay.com

Permainan ketapel adalah permainan yang mengajarkan untuk fokus dalam membidik target. Permainan ini cukup bagus untuk mengasah kemampuan. Selain itu, bermain ketapel merupakan permainan yang sangat menyenangkan dan menantang.

Dulu, aku bermain ketapel dengan teman-teman di sebuah lorong jembatan yang jauh dari pemukiman rumah. Jadi, aman jika terjadi peluru nyasar. Cara aku dan teman-teman bermain ketapel dulu yaitu, berlomba untuk banyak-banyakan membidik beberapa kaleng yang diletakan di dalam lorong jembatan.

Yang lebih banyak on target, itu lah yang menang.  Selain itu, kadang aku dan teman-teman juga menggunakan ketapel untuk berburu burung di sawah. Karena, banyak burung-burung yang cukup mengganggu para petani.

Dulu, ketapel punyaku hasil rakitan sendiri, tidak membeli yang sudah jadi. Karena, selain lebih irit, hasilnya juga bisa menyesuaikan dengan keinginan sendiri. Misal, mau bikin ketapel yang tingkat kecepatan pelurunya tinggi, tinggal ditambahkan karet ketapelnya.

Standar ketapel aku dulu, memiliki empat karet ketapel. Dua karet di cabang bagian kanan, dua lagi di cabang bagian kiri. Jika ingin menambahkan kecepatan pelurunya, tinggal tambahkan karet ketapelnya, bisa ditambahkan dua, empat dan seterusnya. Ini merupakan salah satu permainan yang pernah populer di masa kecilku, dan sekarang  rasanya kehilangan, karena sekarang sangat jarang sekali anak-anak yang megang ketapel.

Bersepeda ke Kota

pixabay.com

Bersepeda adalah permainan yang banyak manfaatnya. Karena bersepeda sendiri, dasarnya adalah permainan olahraga. Ketika bersepeda otomatis badan banyak yang bergerak, seperti kaki yang mengayuh. Itu merupakan hal yang bagus untuk tubuh.

Dulu, aku dan teman-teman sering membuat janji untuk bersepeda yang jauh bersama-sama. Yaitu ke jalan raya di kota, Karena kampungku merupakan kampung yang cukup terpelosok dan jauh dari jalan raya. Untuk ke jalan raya butuh waktu yang cukup lama, karena harus menempuh jarak sekitar-10 km.

Bagi aku dan teman-temanku, bersepeda dengan jarak yang jauh  ke kota merupakan hal yang sangat menyenangkan. Karena, pergi ke kota buat aku dulu sangat jarang sekali. Apa lagi dengan bersepeda, waktu itu juga aku  lagi senang-senangnya bersepeda. Biasanya aku bersepeda ke jalan raya atau ke kota ketika sedang hari libur sekolah.

Bermain Mobil-mobilan Bambu

thebabybirds.net

Permainan mobil-mobilan bambu adalah permainan yang terbuat dari bambu, dengan roda terbuat dari sandal jepit bekas.  Cara bermainnya, dengan mendorong setang yang dikaitkan dengan bagian roda depan.

Biasanya aku dan teman-teman berkeliling sekitar rumah dengan mendorong mobil-mobilan bambu ini. Dengan melewati jalan-jalan yang terjal karena berada di sekitar kebun.

Ini merupakan permainan yang sekarang sudah benar-benar punah. Kenapa aku mengatakan sudah punah? Karena, anak-anak sekarang sudah tidak ada yang bermain permainan ini. Padahal dulu, permainan ini sangat populer di masa kecilku. ketika lagi musim permainan ini, hampir setiap hari bermain mengelilingi lingkungan rumah sambil adu kecepatan.

Serunya, ketika adu kecepatan. Mobil yang cara bikinnya asal jadi, pasti ketika dibawa lari cepat akan rusak. Entah itu rodanya lepas, kerangkanya patah, atau dua-duanya.

Bermain Wayang-wayangan dari Batang Daun Ketela

deyfikri.com

Permainan ini mungkin mempunyai cara sendiri-sendiri untuk memainkannya. Karena, aku dan teman-teman, dulu bermain ini dengan cara aku dan teman-temanku sendiri, itu juga karena tidak sengaja. Awalnya aku dan teman-teman hanya mainan tabuhan musik sambil nyanyi-nyanyi tidak jelas.

Pada waktu itu,di kampungku ada orang hajatan dan mengadakan syukuran dengan mengundang group wayang kulit untuk mengisi acara syukuran tersebut. Aku dan teman-teman menonton acara tersebut, acaranya seru karena didampingi musik tradisional juga. Keesokan harinya, saat sedang bermain tabuhan musik, aku dan teman-teman punya inisiatif.

Inisiatifnya adalah menambahkan bermain wayang-wayangan dengan didampingi mainan musik atau kolaborasi. Waktu itu salah satu temanku yang pintar ngomong ditunjuk sebagai dalangnya.  Untuk  wayang kulitnya, berhubung tidak punya, aku dan teman-teman bikin sendiri dari batang daun ketela.

Bermain dengan keterbatasan, namun  tidak menjadi hambatan jalannya permainan tersebut. Dengan cerita wayangnya yang ngawur, asal ngomong yang penting lucu, terus didampingi tabuhan musik yang tidak jelas asal bunyi. Karena alat musiknya sendiri terbuat dari peralatan dapur yang sudah rusak. Tapi, kami sangat asik bermain mainan tersebut, dan hal itu terkenang hingga sekarang.

Permainan ini pernah populer di masa kecilku dan berjalan cukup lama. Aku dan teman-teman dalam bermain ini sering berpindah-pindah tempat di sekitar lingkungan rumahku dan rumah teman-temanku. Sampai orang tua yang di sekitar lingkungan rumah pada ikut menikmati permainan ini sambil ketawa-ketawa.

Bermain Petasan Bambu

ramepedia.com

Permainan petasan  bambu (Bledugan) adalah permainan yang terbuat dari bambu. Cara memainkanya yaitu dengan mengisi bahan bakar terlebih dahulu di bagian bambu yang sudah dilubangi. Yang mana lubang tersebut juga sebagai tempat menyalakan meriam bambu tersebut.

Permainan ini salah satu permainan yang pernah populer di masa kecilku. Biasanya permainan ini dilakukan di Bulan Ramdhan, karena dulu bermain petasan bambu ini tujuannya untuk mengisi waktu anak-anak dikampungku ketika sedang berpuasa.

Tapi, sekarang permainan ini juga sudah sangat jarang sekali. Padahal dulu, hampir setiap anak punya permainan ini. Dulu aku dan teman-teman memainkannya di rumah masing-masing. Namun saling bersautan, jadi meskipun tidak kumpul  tetap bisa bermain.

Aku dan Sepak Bola di Kampungku

Sepak bola adalah cabang olahraga paling populer di dunia. Hampir setiap laki-laki di penjuru negara sampai penjuru kampung pelosok, semuanya suka bermain cabang olahraga yang satu ini. Termasuk juga kampungku.

Di kampungku, bermain sepak bola merupakan agenda setiap sore bagi anak-anak muda. Tapi, itu dulu… waktu aku masih tinggal di kampung, sekarang hidupku lebih banyak di perantauan. Jadi ya… ngga tahu keadaan sekarang. Tapi, setiap anak perantauan mudik pulang, pasti mengadakan reuni sepak bola.

pexels.com

Aku sendiri termasuk salah satu anak yang pernah turut andil di dalam persatuan sepak bola di kampungku. Tapi itu dulu, sebelum menjadi perantau sejati. Dulu aku cukup aktif di kampung, karena aku ikut terdaftar dalam remaja desa, khususnya ketika Bulan Agustus.

Ketika bulan agustus pasti di kampung-kampung selalu mengadakan perlombaan-perlombaan untuk memperingati hari kemerdekaan. Mengadakan perlombaan-pelombaan sangat membutuhkan peran aktif dari anak-anak muda, yaitu sebagai panitia penyelenggara.

Anak muda merupakan generasi, anak muda dituntut untuk aktif dalam hal-hal yang positif untuk kebaikan tempat tinggal maupun negaranya. Supaya terlatih menjadi pribadi yang baik dan bisa menghargai perjuangan para leluhur yang telah terdahulu.

Awal Mula Suka Bermain Sepak Bola

pixabay.com

Aku mulai suka bermain sepak bola itu semenjak aku masih umur tujuh tahunan. Aku punya keinginan untuk bisa tampil di kejuaraan sepak bola yang di adakan dikampungku tiap Bulan Agustus. Tepatnya perlombaan untuk memperingati hari kemerdekaan NKRI.

Di kampungku, perlombaan sepak bola yang diadakan untuk memperingati hari kemerdekaan NKRI dilaksanakan dengan tim yang di ambil dari tiap RW atau dusun, tiap RW atau dusun wajib mewakilkan satu tim sepak bola. Tim dari dusunku merupakan tim yang paling sering mendapatkan juara dari tahun ketahun.

Oleh karena itu, aku menjadi semangat dan mempunyai keinginan besar untuk bisa melanjutkan prestasi-prestasi para seniorku. Bersemangat dalam berlatih dengan teman-teman merupakan caraku untuk bisa mencapai keinginanku ini.

Terlambat Masuk Sekolah Sepak Bola

pixabay.com

Seiring berjalannya waktu, sepak bola menjadi salah satu hobiku. Hampir setiap hari aku bermain sepak bola bersama teman-teman, awalnya masih bermain di halaman rumah atau di lapangan kecil, bolanya pun masih pakai bola plastik.

Pernah para senior-senior dari persatuan sepak bola kampungku, mengadakan latihan untuk anak-anak. Maksud mereka mungkin ingin menciptakan generasi penerus, supaya kegiatan perlombaan peringatan hari kemerdekaan terus ada dan terlaksana dari tahun ke tahun di kampungku.

Aku pun langsung mendaftarnya, kegiatan pelatihan dilakukan setiap Hari Sabtu dan minggu. Hari Sabtu latihannya pada sore hari dan hari minggu latihannya pada pagi hari. Yang ikutpun banyak, namun kebanyakan dari anak-anak yang satu dusun denganku.

Sayangnya, kegiatan itu berjalan tidak lama. Sebenarnya aku sudah senang dengan di adakannya kegiatan itu, namun karena faktor para senior-senior yang sudah padat dengan kesibukannya mereka masing-masing, jadinya kegiatan tersebut terhenti.

Akhirnya aku memutuskan untuk mencari tempat pelatihan sepak bola yang resmi yang lebih terjamin kelangsungannya, pada waktu itu temanku sudah ada yang mengikuti  latihan di sekolah sepak bola ternama di daerahku. Aku pun diajak supaya ikut latihan di sekolah sepak bola tersebut.

Namun, pada waktu itu… karena faktor kurang siap dari segi materi yang membuatku mengundur waktu untuk menerima ajakan temanku, selain itu karena tempatnya juga jauh dari kampungku dan pastinya butuh kendaraan untuk berangkat dan pulang latihan.

Dan ketika aku sudah siap dari segi materi aku pun langsung konfirmasi dengan temanku. Akhirnya aku berangkat  di antar temanku, dengan niat untuk mendaftar masuk ke sekolah sepak bola tersebut. Namun, sayang seribu sayang usiaku sudah melebihi persyaratan. Waktu itu aku sudah berumur tiga belas tahun, sedangkan syarat untuk masuk di tempat tersebut maksimal sebelas tahun.

Semenjak itu, semangat aku sudah berkurang. Tapi, bukan berarti berhenti dari bermain sepak bola, aku masih bisa bermain sepak bola bersama teman-temanku di kampung.

Tim Perjuanganku

pixabay.com

Waktu demi waktu anak-anak di kampungku mulai aktif dan sering bermain sepak bola bersama. Akhirnya, karena sering bermain bersama, aku dan teman-teman sepakat membentuk tim. Berlatih setiap hari sambil menentukan posisi yang tepat untuk tiap-tiap anggota, pada waktu itu aku menempati posisi sayap kanan dan sampai sekarang aku masih suka bermain di posisi tersebut.

Ya… meskipun latihannya tidak dapat panduan dari pelatih, tapi tidak jadi masalah, tidak mematahkan semangat aku dan teman-teman. Hingga pada waktu aku dan teman merasa sudah tercipta kekompakan dan lumayan bagus dalam bermain tim.

Aku dan teman-teman memutuskan untuk mencari lawan bertanding, biasanya mencari lawan di tetangga desa yang dekat-dekat. kemenangan sering aku dan teman-teman raih, dan pada akhirnya sampai memutuskan untuk mencari lawan dari desa yang cukup jauh.

Kalah menang merupakan hal yang pasti di alami di pertandingan. Tapi, yang terpenting adalah dapat banyak pelajaran, pengalaman dan mental.

Hijrah dari Timku untuk Bermain dengan Para Senior

pixabay.com

Ketika sudah mendekati Bulan Agustus, para senior-senior mulai aktif  latihan dan bermain sepak bola. Karena untuk persiapan menghadapi agenda tahunan yang sudah biasa berjalan. Perlombaan sepak bola di kampungku merupakan salah satu cabang perlombaan yang paling ditunggu-tunggu banyak orang. Jadi para senior selalu berusaha untuk tampil maksimal.

Awalnya aku diajak tetanggaku ikut latihan dengan senior , tetanggaku merupakan salah satu senior sepak bola di kampungku. Bukan hanya aku, teman-teman dari timku juga diajak semua untuk ikut latihan bersama para senior. Dan pada akhirnya itu merupakan awal bubarnya tim yang mempersatukan aku dan teman-teman.

Namun tidak semua teman-temanku ikut gabung bersama senior, karena ada beberapa faktor yang membuat sebagian temanku tidak ikut gabung latihan bersama senior. Dan semenjak itu aku dan beberapa teman yang mau  gabung bersama senior lebih sering berlatih dengan para senior, latihan sama teman-temanku jadi sangat jarang. Sampai pada akhirnya, tim tersebut bubar karena banyak anggota yang hijrah ke tim senior.

Sepak Bola Sebagai Media Silaturahmi

pixabay.com

Lewat sepak bola aku bisa memiliki banyak teman, itu yang aku rasakan setelah sekian lama mempunyai hobi sepak bola. Dari teman-teman yang satu kampung tadinya tidak kenal, karena sering bermain bareng jadi kenal, dan karena sering  melakukan pertandingan persahabatan dengan tetangga desa akhirnya jadi banyak kenalan.

Ini sisi positif yang aku dapat, buat aku menang kalah ketika melakukan pertandingan persahabatan nomor dua. Karena yang terpenting dan nomor satu, aku jadi banyak teman dari luar desa maupun dalam desa.

Banyak yang tadinya tidak kenal dan sama sekali belum pernah ketemu jadi dekat, mau latihan bareng, dan saling menyapa ketika bertemu di luar. Itu merupakan hal yang perlu dan harus dipertahankan, karena silaturahmi juga bisa menjadi jalannya rezeki.

Tercapainya Keinginanku Bermain Sepak Bola di Kejuaraan Sepak Bola Kampungku

pixabay.com

Tepatnya pada usia sembilan belas tahun, akhirnya keinginanku tercapai. Pada waktu aku sudah terbiasa bermain sepak bola dengan para senior, hingga pada waktu kejuaraan tahunan perdana buat aku tiba. Dalam hati aku harus bisa bermain maksimal.

Boleh dibilang kemampuanku waktu itu lagi bagus-bagusnya. Sekarang mah sudah kacau, karena stamina yang sudah terkuras ketika tiap hari banting tulang di perantauan. Waktu itu aku merupakan salah satu pemain yang cukup diandalkan.

Pertandingan perdanaku di kejuaran lomba di kampungku, dusun aku terjadwal sebagai pembuka pertandingan. Hasilnya sangat memuaskan, karena dusun aku menang banyak yaitu (9-0), dan aku berhasil menyumbangkan tiga gol.

Dipertandingan ke dua, tim dusunku menang lagi dengan skor (4-0), dan aku berhasil menyumbangkan dua gol. Semenjak itu aku mulai di percaya untuk memegang lini depan, dan pertandingan terus berjalan, kemenangan selalu diraih sampai akhirnya tim dusunku masuk ke babak final.

Namun, ketika laga final aku mengalami kekecewaan, karena tim dusunku mengalami kekalahan dengan skor (2-0). Perjuangan sudah maksimal tapi harus mengakui,tim lawan memang lebih hebat. Meskipun kecewa karena hanya bisa juara dua, tapi buat aku cukup memuaskan. Karena aku sendiri, namanya tercantum sebagai pencetak gol terbanyak di musim itu.

Buat aku itu adalah hal yang luar biasa, karena itu penampilan perdanaku di kejuaraan kampungku. Namun, aku tidak bisa mengikuti kejuaraan tahun-tahun berikutnya, karena di kejuaran-kejuaraan berikutnya, aku sudah di perantauan.

Demikian sedikit cerita masa-masa kecilku yang selalu terkenang. Sebenarnya kalau diceritakan secara rinci dan detail sangat panjang, yang aku tulis hanya bagian-bagian yang utamanya saja. Terima kasih.

 

Mancing di Sungai Merupakan Salah Satu Hobiku Waktu Kecil

Setiap orang pasti mempunyai kesenangan atau yang sering disebut dengan hobi. Termasuk juga aku, mancing di sungai merupakan salah satu hobiku. Tapi, itu dulu waktu masih kecil, kalau sekarang sudah banyak hal yang harus diutamakan.

Dulu, mancing di sungai adalah salah satu agenda keseharianku, menelusuri tepi sungai demi menemukan tempat-tempat berkumpulnya ikan. Jika lagi beruntung, bisa sekali lempar pancing mendapat tempat yang banyak ikannya. Tapi,jika lagi ngga beruntung, bisa berjalan jauh untuk berpindah-pindah tempat demi mendapat tempat berkumpulnya ikan.

pexels.com

Hal itu pasti terjadi. namun, bukan menjadi alasan untuk patah semangat pergi memancing, malah jadi hal yang menantang dan juga menjadi cara untuk mengetahui tempat bagaimana yang banyak ikannya.

Biasanya aku pergi memancing tidak sendirian, teman-teman seumuranku banyak juga yang suka mancing di sungai. Jadi biasanya aku dan teman-teman membuat janji untuk berangkat bareng. Tapi, ketika sampai di sungai aku dan teman-teman berpencar mencari tempat sendiri-sendiri.

Pagi Merupakan Waktu yang Bagus untuk Mancing di Sungai

pixabay.com

Seperti manusia, ikan juga memiliki aktifitas sarapan pagi. Hampir setiap hari aku dan teman-teman mancing di sungai, namun waktu yang paling banyak umpan disambar ikan itu di pagi hari. Aku tahu hal ini karena belajar dari kebiasaan.

Biasanya aku berangkat mancing ketika sudah pulang dari sekolah, sekitar jam satu dan pulang sekitar jam empat sore. Jam satu sampai jam empat, berarti aku mancing selama kurang lebih tiga jam, dari tiga jam itu rata-rata dapat ikan sepuluh ikan.

Dibandingkan ketika aku berangkat mancing pada waktu pagi, itu ada perbedaan cukup banyak. Biasanya jika di waktu pagi, aku berangkat mancing jam enam dan pulang jam dua belas siang, berarti aku mancing sekitar kurang lebih enam jam, itu rata-rata dapat ikan sekitar tiga puluh dan kebanyakan ikan menyambar umpan di jam enam sampai jam sembilan.

Jadi dulu aku dan teman-teman menyimpulkan, bahwa mancing di waktu pagi lebih menarik. Makanya setiap hari libur aku dan teman-teman ketika jam enam pagi sudah siap-siap untuk berangkat ke sungai, malah kadang karena semangatnya mancing di waktu pagi jam enam kurang sudah siap berangkat.

Senangnya Mandi di Sungai Bersama Teman-teman

pixabay.com

Masa kecil merupakan masa yang banyak kenangan indah bersama alam. Ini juga merupakan salah satu agendaku setelah selesai mancing, aku dan teman-teman langsung terjun ke sungai untuk menyegarkan badan dan bermain air pastinya.

Hampir setiap hari masa kecilku tidak absen dari mandi di sungai, ketika lagi ngga ada agenda mancing aku dan teman-teman kadang sengaja pergi ke sungai hanya untuk mandi dan bermain di air. Apalagi ketika lagi musim hujan. Orang pikir pasti hal yang berbahaya, karena kalau lagi musim hujankan pasti rawan terjadi air meluap dan banjir.

Tapi, buat aku dan teman-temanku musim hujan adalah musim yang ditunggu-tunggu, karena ketika hujan biasanya air akan meluap, dan jika hujannya lama bisa sampai banjir. waktu yang ditunggu kami bukan waktu air meluapnya atau banjirnya, namun setelah itu.

Ketika air sedikit surut dari meluap dan air belum terlalu jernih, itu adalah momen yang di tunggu. Karena di momen itu keadaan aliran sungai dan kedalaman air lagi pas untuk kami bermain di sungai, biasanya kami juga mencari sungai yang airnya dalam dan ada tebingnya untuk terjun dan mempraktekan gaya gaya terjun versi anak kampung.

Berburu Kepiting Sungai

pexels.com

Berburu kepiting merupakan agenda pengganti jika lagi tidak dapat ikan. Tapi, ini biasa aku dan teman-teman lakukan ketika lagi musim hujan. Karena waktu yang bagus untuk berburu kepiting itu ketika setelah air meluap, tapi menunggu  keadaan kecepatan arus berkurang dan volume air surut.

Momen ini adalah momen yang bagus untuk berburu kepiting, sambil mandi dan menyelam di sungai, kepiting biasa bersarang di pinggir sungai yang bertebing. Makanya tak jarang menemukan sarang kepiting di bagian yang cukup dalam airnya.

Namun, meskipun begitu tak mematahkan semangat untuk berburu kepiting, malah itu menjadi tantangan yang menarik. Aku sering terkena senjata si kepiting, yaitu jepitan tangannya yang berbentuk seperti gigi taring. Buat aku itu sudah menjadi hal biasa.

Jika lagi musim kepiting, sehari bisa mendapat lebih dari sepuluh, ukurannya bervariasi antara kecil dan besar. Tapi kalau kepiting musim-musiman, kadang sama sekali tidak dapat karena tidak ada di sungai yang biasa aku cari. Harus nunggu musim hujan terlebih dahulu, baru ada lagi.

Ketegangan Ketika Umpan Tersambar Ikan yang Besar

pexels.com

Mancing di sungai itu sangat susah untuk mendapatkan ikan yang besar, apalagi di sungai yang biasa aku telusuri. Jarang sekali orang mancing di sungai yang biasa aku mencari ikan mendapat ikan yang besar. Karena jumlahnya yang sedikit apa karena hal lain aku tidak tahu.

Kebanyakan mendapatkan ikan yang kecil, menurutku sih memang karena mayoritas penduduk sungai tersebut ikan-ikan kecil. Tapi aku pernah sekali mendapatkan ikan yang cukup besar dan sekali umpan tersambar ikan besar tapi pancingku tidak kuat, akhirnya terlepas.

Rasanya senang campur tegang, karena tidak biasa berhadapan dengan ikan yang besar, dan biasanya jika pancing tersambar ikan besar, pancing pada ngga kuat. Itu sudah pernah di alami aku dan teman-temanku, hasilnya ya jadi kecewa campur penasaran. kecewanya, udah ngga dapat ikannya, pancingnya juga rusak. Kalau penasarannya, di dalam hati bertanya-tanya sebenarnya ikan apa yang menyambar sampai harus mematahkan pancing.

Hal yang Menyebalkan Ketika sedang Mancing

pexels.com

Hal yang menyebalkan ketika sedang mancing adalah pancingnya tersangkut. Harus ambil tindakan terjun ke sungai untuk mengambilnya. Kalau tidak, jalan satu-satunya harus di tarik dengan resiko besar terputus senar pancingnya. Kebanyakan kalau ambil tindakan ditarik senarnya pasti putus.

Dulu pancing satu itu sangat berharga buat aku, karena tidak punya uang yang banyak untuk membeli stock pancing. Jadi setiap menghadapi hal ini, aku biasanya ambil tindakan terjun untuk mengambilnya dan menyingkirkan sesuatu yang membuat pancingnya tesangkut.

Nikmatnya Menyantap Hidangan Hasil Memancing

pexels.com

Seseuatu yang di tunggu-tunggu setelah berjam-jam memancing adalah ketika di rumah, yaitu menyantap hidangan hasil memancing. Ibu saya adalah seorang yang luar biasa, salah satunya dalam hal memasak, ibu saya sangat pintar memasak masakan yang lezat.

Jika hasil pancinganku lagi sedikit biasanya ibuku memasaknya dengan dikasih santan. jadi, meskipun kebagian satu ikan, santannya bisa buat tambahan lauk buat menghabiskan nasi yang di piring. Jika lagi dapat banyak, ikannya digoreng saja. tapi, bumbu racikan ibuku, bisa membuat masakan apapun semakin lezat.

Demikian pengalaman waktu kecilku yang dekat dengan alam, tidak hanya di gunung atau hutan, namun sungai juga bisa buat mengisi waktu kecilku dulu. bagiku itu kenangan yang tak terlupakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengalaman Masa Kecil Generasiku yang Dekat dengan Alam

Cerita tentang pengalaman masa kecil merupakan hal yang sangat menyenangkan, di mana masa itu belum mengenal susahnya mencari uang dan stres ketika banyak pikiran. Kerjaannya cuma main, makan, belajar, dan tidur. Jika aku disuruh kembali ke masa kecil lagi. pasti  mau, hehe….

Namun kenyataannya, hidup tidak semuanya bisa seperti apa yang kita inginkan, itu sudah menjadi ketetapan Tuhan. Yang aku rasakan dari waktu ke waktu hidup itu belajar,  semakin usia bertambah semakin tahu tentang kehidupan.

Makanya banyak yang mengatakan menghargai orang yang lebih tua itu wajib, karena mereka yang lebih tua pasti pengetahuan tentang kehidupan sudah lebih banyak.

pexels.com

Kembali lagi ke tema pengalaman masa kecil, boleh dibilang aku itu generasi tahun 90-an, karena aku lahir di tahun 1993, jika aku boleh berpendapat, itu generasi terakhir anak-anak belum mengenal teknologi canggih, masih ikut generasi tempo dahulu. hehe….

Kenapa? Karena jika aku perhatikan anak-anak yang lahir pada abad ke-20 ke atas, belum berusia remaja bahkan ada yang baru 5 tahun sudah pada memakai handphone, mainnya juga dengan teknologi dan dunia internet.

Ya… kembali lagi, itu sudah merupakan ketetapan Tuhan. banyak kata-kata bijak yang menjelaskan tentang dunia masa depan, bahwasannya dunia itu, seiring berjalannya waktu akan menuju kehancuran, kalau aku sih… percaya.

Ya… bagi mereka yang menjalankan hal itu, mungkin itu baik dan menyenangkan. tapi… kalau aku yang merasa bukan generasi abad ke-20, itu merupakan hal yang kurang baik, karena menurutku mengoperasikan handphone dan bermain di dunia internet itu ada tujuan dasarnya.

Sedangkan kalau anak-anak pasti kebanyakan menggunakan itu untuk bermain dan mencari hiburan, dan akan lebih cenderung ke hal yang negatif.

Kalau aku, sebelum usia remaja kegiatanku lebih banyak bergelut dengan dunia petualangan. Ya… masa kecilku lebih banyak bermain dengan alam. Seperti naik bukit, gunung, bermain di sungai, mencari ikan, kepiting, dan udang.  Pokoknya aku tuh kaya anak pedalaman. hehe….

Pengalaman Masa Kecilku Bermain di Bukit Cimelong

pexels.com

Bukit Cimelong merupakan salah satu bukit yang terletak di Desaku. Pengalaman masa kecilku, bukit ini cukup favorit di tempatku, karena jaraknya yang ngga terlalu jauh, dan banyak yang dituju. Pengalamanku pertama kali naik ke bukit ini, masih terkenang hingga sekarang.

Waktu itu aku masih berusia 10 tahunan. Aku berdua dengan saudaraku berniat untuk naik ke Bukit Cimelong, dengan tujuan menyusul orang tua yang sedang memanen kacang kulit. Sebelumnya aku dan saudaraku belum pernah naik ke bukit tersebut.

Sebenarnya kami berdua belum dapat izin untuk naik ke bukit tersebut, karena perjalanannya yang berat dan penuh rintangan. Bagaimana tidak, untuk mencapai puncak bukit harus melewati jalan yang nanjak dan terjal, menyebrangi sungai, jauh dari rumah penduduk, dan jalannya pun tidak satu arah.

Tersesat Karena Salah Ambil Jalur di Perempatan

pexels.com

Masih cerita pengalaman masa kecilku pertama naik Bukit Cimelong. Kejadian ini terjadi setelah aku dan saudaraku menempuh jarak sepertiga perjalanan ke bukit tersebut. Saat itu kami berdua bertemu dengan perempatan terakhir untuk arah sampai bukit tersebut.

Waktu itu seharusnya mengambil lurus, namun karena kecerobohan kami berdua yang belum tahu jalan. Kami berdua belok ke kiri, karena bukit itu sudah terlihat di sebelah kiri atau searah dengan jalan yang ke kiri tadi, maklum di hutan tidak ada plang penunjuk jalan. hehe….

Ternyata setelah ditelusuri itu bukan jalan untuk sampai ke puncak Bukit Cimelong, karena terpotong jurang yang cukup dalam. Waktu itu kami berdua sangat ketakutan akan tersesat, karena jika ambil jalan pulang masih belum hafal jalannya.

Tapi mau gimana lagi, dari pada tidak sampai tujuan dan tersesat, karena belum tahu jalannya, aku sama saudaraku bernekat menerjang rintangan tersebut.

Akhirnya kami pun sampai juga ke tempat tujuan, meskipun dengan perjalanan yang cukup menakutkan. Setelah sampai, kami langsung ketemu sama orang tua dan saudara-saudara yang terlebih dahulu di bukit tersebut.

 Setelah menemui orang tua, kami berdua istirahat sebentar di gubuk kecil sambil menikmati semilir angin, sebelum membantu mamanen kacang kulit.

Akhirnya Kena Marah Juga

pexels.com

Tadinya, aku dan saudaraku berniat untuk menyembunyikan tentang salah ambil jalan tadi, karena kalau ketahuan pasti akan dimarahi. Tidak lama ketika sedang istirahat, paman mendekat dan ternyata sudah tahu kalau aku dan saudaraku tadi habis kebingungan dijalan, maklum paman aku yang ini sudah menguasai semua jalan menuju puncak bukit tersebut.

Akhirnya, kami di tegur keras supaya tidak nekad dalam hal yang belum tahu, apa lagi tidak ada media untuk bertanya seperti jalan menuju ke puncak Bukit Cimelong. Ya… aku paham, paman begitu karena takut terjadi hal yang tidak di inginkan.

Bukit Cimelong Tempat Aku dan Teman-teman Bermain

pexels.com

Generasi di kampungku yang seumuran denganku dulu masih suka bermain ke kebun, Sungai, bukit, atau bahasa kerennya ngebolang. hehe…. Salah satunya Bukit Cimelong yang sering kami kunjungi, meskipun cukup jauh dan menantang perjalanannya, tapi tak mematahkan semangat aku dan teman-teman.

Apa lagi ketika musim hujan, anak-anak di kampungku suka mencari jangkrik, dan Bukit Cimelong merupakan salah satu tempat persembunyian para Jangkrik-jangkrik, nama jangkriknya kalau di kampungku Jangkrik Sungu. Ciri-cirinya ada garis kuning di punggung lehernya.

Mungkin di setiap daerah namanya berbeda-beda, jangkrik itu sangat susah dicari di kampungku, kecuali kalau di bukit-bukit masih cukup banyak. Hampir setiap liburan atau Hari Ahad, aku dan teman-teman pasti banyak yang rela menempuh jalan yang menantang demi mendapat seekor jangkrik.

Pengalaman Masa Kecilku, Mandi di Sungai Tengah Hutan

pexels.com

Ini hal yang biasa aku dan teman-teman lakukan ketika perjalanan pulang, karena di tengah perjalanan ke bukit terbentang sungai tak berjembatan. Sungainya kecil, tapi… kalau lagi musim hujan, bisa meluap dengan arus kencang, kalau lagi meluap, aku dan teman-teman ngga berani untuk menyebrangi sungai tersebut, apa lagi mandi di sungai tersebut.

Tapi, kalau lagi ngga meluap, airnya tenang dan jernih sangat cocok untuk berendam. Makanya tak jarang ketika perjalanan pulang dari bukit tersebut, aku dan teman-teman sering mampir berendam sambil melepas rasa lelah. Pokoknya hidupku bersahabat dengan alam.

Membuat Rumah Jangkrik

pexels.com

Ini kebiasaan kami setelah mendapatkan jangkrik. Biasanya, jika dapat Jangkrik, ketika sampai di rumah langsung membuat rumah untuk Jangkrik tersebut.

Caranya cukup mudah, yaitu dengan bambu atau kayu yang sudah kering, lalu di belah tipis-tipis dan di bagian yang bersudut tajam, ditumpulkan dan dihaluskan. Setelah itu dirangkai atau disusun berbentuk persegi empat, lalu diikat dengan karet gelang.

Satu persegi empat biasanya di bagi beberapa petak, tergantung Jangkrik yang didapatnya, satu petak buat satu jangkrik biar keliatan jangkriknya bagian penutup atas menggunakan kaca yang bening. Habis itu biasanya aku dan teman-teman berkumpul untuk memamerkan keindahan jangkrik yang didapatnya.

Demikian, sebagian pengalaman masa kecilku yang cukup dekat dengan alam, yang mungkin tidak ada di zaman yang semakin maju seperti sekarang ini, pengalaman masa kecilku masih banyak lagi, dengan berbagai tema yang menarik, kita sambung next time.